Kamis, 20 April 2017

Apa yang salah dengan Introvert???

Sesuai dengan judul, saya mau cerita tentang Introvert. Apa sih itu, kenapa bisa sampai introvert, memang apa yang salah dengan introvert.
Introvert atau yang lebih dikenal dengan kepribadian yang tertutup. Sedang lawannya extrovert. Kalau yang memiliki dua kepribadian itu namanya ambivert.
Lantas ada apa dengan introvert????
Menjadi seorang Introvert itu pasti ga gampang. Banyak problem yang harus dihadapi bagi sang penganut nya. Saya sendiri Introvert akut. Yes, that i'm a super super super Introvert.
Banyak banyak banyak banget hambatan yang harus dilalui, dan bahkan banyak sisi negatif atau kesan kurang baik yang dirasakan doi (introvert punya). Tapi itu awal ketika doi menyadari bahwa dirinya menjadi Introvert. Memangnya se-Tertutup apa sih orang yang Introvert? Sampai-sampai banyak problem negatif nya?

Jadi doi yang introvert itu, mereka lebih asyik dengan dunianya sendiri. Menutup diri lah, susah bersosialisasi dengan lingkungan, kesulitan dalam hal berkomunikasi, lebih selektif dalam memilih berbagai hal. Misalnya pandai memfilter pergaulan. Daripada doi harus terjerumus ke hal yang negatif, lebih baik doi ga berteman dan menjauhinya, sehingga doi ga terlalu punya banyak teman. Seseorang yang introvert selalu mencari lingkungan yang membuat dirinya nyaman. Flash back di masa lalu, saya mulai mengalami introvert sejak SMP usia 12 tahun. Dan itu amat menyulitkan ketika harus beradaptasi di lingkungan yang baru. Di setiap lingkungan yang baru, saya cenderung lebih banyak diam sehingga dianggap nya seorang yang pendiam. But noo, im not a taciturn. Hanya saja saya sedang mengobservasi lingkungan dimana saya akan berada disana. Itu sifat alamiah yang sering muncul pada diri introvert. Tidak hanya saat SMP kemanapun saya pergi pastinya saya akan dikenal sebagai orang yang pendiam. Itu kesan pertama ketika mereka mengenal saya. Padahal saya bukan seorang yang pendiam, lebih tepatnya tidak banyak bicara. Sama aja dong? Hehe ya terserah yang baca saja. Karna menurut persepsiku pendiam dan tidak banyak bicara itu beda!

Tapi apa yang terjadi di kemudian hari? Mereka jadi tau bahwa saya ga pendiam, bahkan bisa jadi orang yang seru ruame, dan bikin ngangenin. Hahaha 😆pardon me, yang super kepedean. 

Back to the topic, hm...... Ya gimana lagi. Kami ini terbiasa dg observasi. Yah observatif adalah sifat alamiah dari introvert. Sebenarnanya bukan diam atau tidak banyak bicara, tapi kami ini mikir. Yap sedang berfikir. Pemikir ulung. Berfikir yg sangat mendalam *eeitdah*. Contoh gini, tiap ketemu orang baru pasti akan ditelusuri dulu gimana mindsetnya, dan seperti apa karakternya. Ketika sudah dapat jawaban nya, jadi bisa menentukan arah topik pembicaraan. Mindset itu kan pola pikir, jadi tiap pola pikir seseorang pasti berbeda beda. Tapi ada jenis jenis nya. Gimana yak susah juga jelasin tentang mindset. Intinya sih ya Introvert menganalisis dulu, jika dirasa ia nyaman berada di lingkungan dan individu tersebut, ia bisa men-switch off introvert nya. Kalau di lingkungannya ia tidak merasa nyaman maka sulitlah untuk bersosialisasi. Dan memilih untuk misterius, stay cool,  be quiet or not talk to much to anyone else. 

Hmmmmm... Ribet yah? Ribet kan? Ribet banget jadi orang yang introvert tuh. Mesti di filterisasi segala halnya. 

Tapi kami bersyukur menjadi sosok introvert. Karena keberadaan kami yang hanya 25% saja di muka bumi ini atau bahkan kurang dari persentase tersebut. Jadi, kami ini Unik! Yeaaaaaaahh Hahhahahaha hapaan sih?


Oh ya hasil dari observatif kami ini, bisa menjadi ilmu juga pengetahuan bagi kami sendiri (red : diri sendiri) lebih tepatnya ilmuwan kurang kerjaan yg senengnya nge-observasi sana sini tapi insyaalloh sih berfaedah ko walopun ga digaji. Hahaha

Jadi gini... Alasan kenapa hobi nya observasi. 

Yaitu, karena doi selalu menyukai topik topik pembicaraan yang bisa mengedukasi dirinya, topik pembicaraan yang berat berbobot yang bisa nambah pengetahuan dan wawasan. Doi paling ga suka ngumpul atau nongkrong nangkring yang ga berfaedah, haha hihi gosipin apa aja yang lagi in, ngomongin orang ini itu atau kepo dengan dunia per-artis-an atau kadang cerita tentang pacarnya mantannya malam minggunya dan hal lainnya yang gak berfaedah banget. Itu yang sering saya temukan di dunia perempuan. Seperti yang kak gitasav sampaikan di blog pribadinya, beliau ga suka percakapan dengan orang yang ga bisa bikin dia pinter. Yang mau baca ini link nya.

Senang betul saya ketika tau gitasav ternyata sama introvert nya. Senang karena saya bisa dapat ilmu baru darinya. Tapi saya ga se-brave dan se-lucky kaya gitasav. Tapi hampir mindset dan observatif nya yang sama. Ya mungkin karna kami sama sama introvert, kalo gitasav MBTI (myers brigss type indicator) nya INTJ kalo aku sih ISFJ. Jadi pengen ketemu dan bertukar fikiran sama doi, yang pasti gakan cukup satu atau dua jam. Salut banget salut sama doi bisa survive dengan introvert nya. Episode yang paling menarik dari vlog nya yaitu tentang jerman. Asli bikin mupeng banget tinggal di jerman.

Oh ya masih tentang Introvert. Ada artikel yang benar benar bisa bikin saya bangga. Cek link nya disini tapi penjelasannya di artikel selanjutnya ya. Sekian dulu chit chat di blog part ngomong sendiri dan curhat ini. Mudah mudahan ngasih pencerahan dan informasi seputar introvert buat kalian para pembaca yang mau tau atau yang harus tau. Biar apa? Biar bisa jaga lisan jaga bicaranya jaga omongan kalian kalian yang suka main men-judge seseorang dan yang suka ngasih value yang buruk terhadap penganut introvert.

See u next article



I'm not a mad or depressed or anti social. I just need to not talk to much to anyone for a while. And that's okay!!





 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Judulnya mengarang bebas tentang negeri sendiri

Indonesia , tempat dimana saya dan sebagian besar keluarga saya dilahirkan. Disinilah saya bertumbuh dengan segala keunikan, kelebihan...