Dilema saat hati harus memilih siapa yg pantas untuk bersanding menjadi partner hidup. Mereka berlomba-lomba mendapatkan sang dambaan hatinya.
Hm.... Sempat terfikir menjadi dambaan itu enak. Tapi ternyata menjadi dambaan orang orang tidaklah seindah dalam lamunan. Dielu-elukan, dipuji-puji, disanjung-sanjung, sudah menjadi santapan sehari-harinya. Tapi! Untuk apa itu semua?
Kalaulah boleh memilih antara harus mendamba atau menjadi dambaan? Pasti jawaban yg terlontar dari banyak orang ya menjadi dambaan! Seakan dambaan itu adalah sebuah anugrah. Merasa menjadi anugrah karena disekelilingnya akan ada yg memperhatikan, dijadikan buah bibir orang-orang, dan dinanti-nantikan kehadirannya.
Di fikir.. Jadi dambaan itu enak!
Rupanya, hanya akan mendatangkan dilema. Kalau sudah dilema seperti itu, mendamba menjadi jawaban juga solusi yg tepat dan posisi wuenak.
Tapi... Siapa yg bisa menyangka, bisa menjadi seorang yg di damba-dambakan. Ahh, itulah skenario yg sudah tertulis dlm kertas taqdir Nya.
Ku fikir... Menjadi dambaan itu enak!
Ga perlu lagi repot-repot memikirkan si A si B si C, orang yg kita inginkan.
Karenanya, cukup lelah jika harus mendambakan doi yg sesuai dengan kriteria yg sudah diatur sedemikian rupa. Namun kenyataan selalu berbeda dan berkata lain, menjauhi asa tak ubahnya waktu siang berganti malam. Malam yg penuh dg keluh kesah penyesalan, kala siang datang tak ia sambut dg penuh semangat.
*****
Tabiat Muslimah yg shaliha dan baik
selalu mencari imam yg baik
Yang paling penting bukanlah Mendamba,
Tapi jadilah Dambaan!
Berdoa minta sama Alloh, Ia kasih
Minta sama Alloh!
Ya Alloh sesungguhnya aku sudah ingin me-ni-kah
Datangkanlah untuk ku, lelaki yg paling menjaga kehormatannya
Lelaki yg paling bisa menjaga diriku dan hartaku
Nikahkan aku dengan lelaki sholeh yg menyejukan hatiku
Ya Alloh, Engkau mampu menundukan yg kuat untuk yg lemah
Kalau Engkau mampu menundukan ini dan itu
Maka Engkau mampu menundukan satu lelaki yg baik untukku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar